BERKAT TUHAN…. Mari Hitunglah !

BERKAT TUHAN…. Mari Hitunglah !

29 Apr 2012

Berkat Tuhan

“Bagaimana akan kubalas kepada TUHAN segala kebajikan-Nya kepadaku?” Mazmur 116:12

Sobat, satu hal yang sering membuat kita merasa paling menderita dan sedih adalah saat kita mengalami banyak persoalan hidup, dan tidak mampu untuk memecahkannya. Kerap kali kita berpikir bahwa hidup tidak ada artinya, selalu merasa kekurangan, dan Tuhan meninggalkan kita begitu saja.

Bony, seorang ibu yang sehari-hari berkeliling berjualan tempe di sebuah desa kecil. Setiap hari tempenya selalu terjual sampai habis. Ia selalu bersyukur pada Tuhan atas kemudahannya dalam bekerja. Satu kali, anak pertama si ibu hendak masuk sekolah dasar untuk pertama kalinya. Tabungannya ternyata masih kurang, karena biaya sekolah yang diperkirakannya semula cukup, sekarang semakin naik. Ibu ini kembali berjualan tempe dalam jumlah yang lebih banyak lagi dari sebelumnya, dengan harapan akan semakin banyak uangnya yang terkumpul.

Beberapa hari kemudian, saat sedang berjualan, seorang tetangganya memberitahukannya bahwa anaknya yang kedua tertabrak sepeda motor. Kaki si anak pun patah. Ibu Bony ini sangat terkejut dan tubuhnya terasa sangat lemah. Ia merasa sangat sedih melihat anaknya yang terbaring di tempat tidur. Si anak sambil menangis berkata, “Ibu, kakiku bisa sembuh ya, Bu. Aku mau bersepeda setiap sore dengan teman-temanku” Ibu Bony hanya mengangguk-angguk sambil meneteskan air mata. Ia tidak dapat berbuat apapun.

Dua kali ia pergi ke dokter di sekitar desa kecil tersebut. Tabungannya pun habis, ia semakin sedih dan putus asa, hingga tak memperhatikan tempe-tempe di dapurnya, yang harus segera dijualnya. Ia tetap berjualan meskipun tak bersemangat seperti hari-hari sebelumnya. Dua hari berturut-turut tempenya tidak laris, dan yang tersisa di dapur masih banyak dan hampir membusuk. Ia meneriaki tempe dagangannya dan berjalan-jalan di tempat seperti biasa. Sampai akhirnya pukul tujuh malam, ia sangat lelah, dan duduk di pinggiran jalan dan berkata dalam hatinya, “Tuhan, mengapa aku harus mengalami ini? Aku sudah berusaha semampuku untuk memberikan yang terbaik untuk anak-anakku. Aku ingin mereka menjadi anak yang memiliki kehidupan lebih baik dariku. Tetapi aku tidak mampu lagi”

Ibu Irna, seorang pemilik restoran terkenal di daerah tersebut, tiba-tiba berteriak memanggil Ibu Bony. Dengan sangat gembiranya, Ibu Irna berkata “Ibu Bony, Ibu Bony, saya sudah mencari ibu ke rumah dan sepanjang jalan ini sejak kemarin. Aku membutuhkan banyak tempe, tetapi pasar sudah tutup. Orang-orang di sekitar sini banyak yang mengatakan kalau ibu berjualan tempe. Apakah ibu masih memiliki persediaan tempe yang cukup banyak?” Ibu Bony semakin kecewa dan berkata “Aku bukan orang yang tepat, tempe-tempe ini sudah membusuk. Ibu Irna semakin gembira dan memeluk Ibu Bony, ia sangat bersukacita mengetahui kondisi tempe Ibu Bony. Tempe busuklah yang diperlukannya sebagai bahan untuk mencoba resep sambal tumpang untuk menu terbarunya di restoran. Ia pun membayar tiga kali lipat lebih besar dari harga yang biasa dijual Ibu Bony.

Pemazmur dalam pasal ini mengungkapkan kebanggaanya mengandalkan Tuhan dalam kondisi yang membuatnya sangat terdesak dan penuh dengan kelemahan. Ia pun sangat bersukacita bahwa Allah selalu menolongnya, sehingga pemazmur rindu untuk selalu mampu menyenangkan hati Allah.

Sering kali, setiap persolan menghambat kita untuk bersyukur dan tetap setia untuk percaya pada Allah. Dalam keadaan seperti itu, kita pun pasti pernah membanding-bandingkan berkat Tuhan atas diri kita terhadap sesama. Allah mengizinkan kita mengalami persoalan, supaya kita pun bisa melihat Allah dan mensyukuri segala sesuatu yang terjadi dalam hidup kita, karena Ia ingin memberikan kita berkat yang baru, yaitu kekuatan bersabar, dan menantikan pertolongan Tuhan. Seperti halnya pengalaman Ibu Bony dan Irna, di balik penderitaan yang kita alami, kita pun dapat dipakai Allah untuk menjadi saluran berkat untuk sesama.

Sobat, mari kita memaknai berkat Tuhan bukan hanya dalam hal materi atau kesehatan, melainkan bersyukur atas berkat Tuhan yang mampu menumbuhkan dan memperkuat iman kita pada Allah. Karena itu merupakan cara Allah menjadikan kita sebagai anak-anak-Nya yang tangguh. Dan cara ini juga merupakan salah satu bentuk ungkapan syukur rasa terima kasih dan kesetiaan kita untuk memuji Tuhan dalam setiap keadaan.

Coba kita menyanyikan sebait lagu pujian pada Allah dari KJ.439 : “Bila Topan K’ras Melanda Hidupmu.”

Bila topan k’ras melanda hidupmu, bila putus asa dan letih lesu,
berkat Tuhan satu-satu hitunglah, kau niscaya kagum oleh kasihNya.
Berkat Tuhan, mari hitunglah, kau ‘kan kagum oleh kasihNya.
Berkat Tuhan mari hitunglah, kau niscaya kagum oleh kasihNya.

Mungkin pada hari ini kita sedang berulang tahun, mengadakan suatu event khusus, berkunjung ke rumah orang tua, baru saja menerima gaji dari kantor, menjalani pelayanan gereja, atau pun dengan atau tanpa kegiatan khusus. Marilah kita hitung berkat Tuhan, supaya kita selalu dapat bersyukur, semakin taat dan mau menyenangkan Allah kita yang sangat baik. Hey, jangan lupa untuk berbagi berkat dengan sesama. Selamat menghitung berkat Tuhan, kau niscaya kagum oleh kasih-Nya.(iap)

One comment

  1. dani sagala /

    god

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>